Senin, 14 September 2020

Elegi Sang Mantan Buruh

Elegi Sang Mantan Buruh

Di masa lalu kau selalu tegap melangkah
Melintasi ramaimu demi masa depan yang cerah
Tak kutemukan kata payah dalam kamusmu
Karena delusimu lebih berarti dari sekedar lelah

Kutatap dari cermin kau menyisir rambut
Merapihkan seragam buruh tanpa kalut
Tersembunyi sukma menggebu dari sorot bola matamu
Saat hendak beranjak menuju ajang rodimu

Saat kami terlelap
Kau jelas sedang bersama mesin yang menderu
Membelah kala yang tak terhitung jaraknya
Agar teguh dan berpihak pada sangkamu

Selang waktu surat PHK kaukecup
Maka hidupmu pun kuncup
Tak ada lagi seragam
Semua bintang di mimpimu padam

Hanya malam-malam panjang yang kau lewati
Tanpa pancaran cahaya bintang di angkasa hati

Tangerang, 13 Februari 2020

#puisisucihandayani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar