Selasa, 20 Oktober 2020

Seikat Kata Maaf

 


*Seikat Kata Maaf*

Oleh: Suci Handayani


Wahai Kau Yang Maha Bijak,

Terlalu sedikit waktu yang hamba luangkan, untuk bicara denganmu.


Hamba terlalu banyak membuang kata dengan selain-Mu.

Mencari wajah-wajah yang berkenan menatap keberadaan hamba.

Padahal semua hanya bayangan semu.


Hamba bahkan lebih banyak memikirkan perasaan hamba,

Dari pada memikirkan perasaan-Mu. 


Hamba sangat sibuk memikirkan hal yang belum hamba miliki.


Sehingga hari-hari hamba, hanya dipenuhi dengan angan-angan.


Wahai Kau Yang Maha Pemaaf,

Apakah Kau masih membuka hati,

Untuk hamba yang jarang sekali bercengkrama dengan-Mu?


Apakah Kau masih mau menatap hamba?

Dengan pandangan rahman dan rahim-Mu? 


Apakah Kau pun masih mau mendengar, pengakuan hina hamba?


Di ruang rindu yang jarang sekali hamba hadir untuk-Mu?


Tangerang, 21 Oktober 2020


#PuisiSuciHandayani

Terbanglah Tinggi Layang-layangku





Terbanglah Tinggi Layang-layangku

Oleh: Suci Handayani

🪁🪁🪁🪁🪁🪁



Terbanglah tinggi layang-layangku

Terbanglah tinggi menuju angkasa


Yakinlah angin akan mendukungmu

Meninggikan posisimu di udara

Melesatlah tak perlu kau risau


Tak usah kau hiraukan warnamu

Tak perlu kau pikirkan kekuranganmu

Jika saat mengangkasa nanti

Semua hanya akan tertuju pada keindahan

Bukan menyelisihi perbedaan


Terbanglah tinggi tanpa menjatuhkan teman berjuangmu

Fokuslah pada eksistensi prestasimu di langit sana

Tak apa kau terlihat kerdil di bumi

Namun kau mampu berkibar di langit biru


Tangerang, 19 Oktober 2020


#PuisiSuciHandayani


https://youtu.be/Yz-Utbj--oA

Kamis, 15 Oktober 2020

Memperingati Kerinduan


 

Memperingati Kerinduan

Oleh: Suci Handayani


Aku masih mendengar bahana hatimu

Yang selalu diam-diam berkata,

Tentang gelisahmu

Tentang jiwamu

Tentang kedahagaanmu.


Aku masih mendapati dirimu yang resah,

Saat air matamu tumpah

Dengan tangan menengadah,

Bersimpuh di atas sajadah.


Al-Qur'an kau lantunkan

Malam hening kau hidupkan,

Masih di sudut kamarmu 

Yang jauh dari kata mewah.


Aku masih bisa merasakan detak jantungmu,

Saat kita saling mendekat,

Kita pernah berpetualang,

Di sebuah ruang yang tak hening.


Aku masih merasakan halusnya struktur wajahmu,

Aku masih mengingat saat kau mendeklamasikan puisi cintamu,

Aku simpan rekaman lantunan nasihatmu,

Aku menelan air cintamu,

Dalam benak dan ingatanku.


Dan kini aku rindu itu seluruhnya, Ibu!


Tangerang, 12 Oktober 2020


#puisisucihandayani #ibu

Berdoa adalah Rindu

Berdoa adalah Rindu

Oleh: Suci Handayani


Memang benar

Banyak sekali yang membicarakan Tuhan.


Tapi sedikit sekali yang mau berbicara dengan Tuhan.


Berdoa adalah bicaramu

Berdoa bukan sekadar meminta,

Kau sedang butuh sesuatu atau saat kau rapuh.

Lalu menengadah mengemis berkah.


Berdoa adalah bicaramu

Tanda keakrabanmu dengan Tuhanmu.


Berdoa adalah perbincangan istimewa.


Saat kau menegur Tuhan, yang sekian lama kau tinggalkan.


Berdoa adalah sebuah perhatian,

Akan Dia yang telah membuatmu ada.


Berdoa adalah buhul rindu,

Yang harus terus engkau kuatkan.


Jika kau mencintai-Nya,

Sampai hatimu kosong dari selain-Nya!


Tangerang, 16 Oktober 2020