Sabtu, 16 Mei 2020

PEMENANG LOMBA CIPTA PUISI TEMA VIRUS CORONA










 Penulis Terbaik
Event Lomba Cipta Puisi
@SuciGallery
Tema: Virus Corona

Apa manfaatnya menulis puisi bertema Virus Corona?

Akankah syair-syair yang dihadirkan mampu mengatasi pandemic ini?

Untuk apa buang-buang kata dalam lomba bertema Virus Corona ini seolah latah dengan fenomena yang sedang menimpa bumi ini.

Saya hanya ingin mengajak para Penyair Indonesia untuk berkomunikasi tentang Virus Corona atau tentang hal yang berkaitan dengan itu, dengan harapan segala refleksi dan bait-bait yang dituangkan mampu mengobati luka pertiwi, dengan cara menyegarkan pikiran dan menguatkan jiwa siapapun yang sedang berjuang melawan dampak dari Virus Corona ini.

Dalam waktu singkat  #sahabatpuisisuciphots sudah menerima sebanyak 112 puisi dan berikut 79 Puisi Terbaik pilihan kami.

1. Ada Apa Hari ini? - Laksmi Purwandita
2. Hikmah Corona - Intan Sekar
3. Corona? Tuhan? Rahayu - Akiko Rey
4. Desember Corona - Febrianti Syafri
5. Serakah - Rawel Bee
6. Beringasnya Sekarat - Satria Eka Saputra
7. Pandemi Corona - Solu Erika H
8. Virus itu Bernama Corona - Choirul Anwar
9. Derita - Putri Wulan
10. Masker - Umi Khamdanah
11. Berhentilah - Khaeriyah
12. Teror Corona - Firman Fadillah
13. Virus Corona - Lugiani
14. Manusia di Ambang Kematian - Anggun Pratama Multi
15. Get Well Soon Bumiku - Ilham Wep
16. Pesona Corona - Khrisko Suprastiwara
17. Tak Kasat Mata - Rina
18. Gamam Hari Perebak Virus - Sendiri Literasi
19. Corona Virus - Nurul Syifa Inaya
20. Bumiku yang Sedang Berjuang - Dianita Awaliyah
21. Corona - Sri Susanti
22. Virus Corona - Putri Sri Astuty - Sitorus
23. Tuhan Pulihkan - Sun Pheng
24. Musibah atau Teguran - Mariam
25. Argumen Pagi Tentangnya - @wan_anr
26. Virus - Reni Yuliyanti
27. Si Miskin - Umaroh
28. Corona - Al Hanuf Puspitasari
29. Corona dari Wuhan - Soza Silpha Abdy Ritonga
30. Mahkota Yang Berbeda - Asep Suryadi Muharom
31. Salam Rindu dari Corona - Rizki Caesario
32. Panic Attack - Evia Safriana
33. Diam Bagaikan Api dalam Sekam - Daeng Nur Mawaddah
34. Tentara Zionis - Ela Fitri Kurniawati
35. Aku, dari Angkatan Corona - Ud' Hiyata Zahbi
36. Doaku untuk Covid- 19 - Mian Fernando Hia
37. Sandiwara Covid- 19 - Adinda Rizky Anggriani
38. Jika Aku Mati Karena Covid- 19 - Silvi Nurhaliza
39. Semesta Membaiklah - Meilisa Tiara
40. Di Rumah saja - Ajhu MfD
41. Tentara 150 Nanometer - ARD BTX
42. Bukan Misi Bunuh Diri - Anisa Tera
43. Covid- 19 - Apria Ningsih Siregar
44. Virus Corona - Mogi Zakaria
45. Pesan Untuk Dunia Lewat Corona - Adibah Bachmid
46. Virus Corona - Ulfa Nurul Huda
47. Menusuk Kita - Dharma Afri Sandai
48. Prajurit Buana - Deva Amelia
49. Kerdil - Imroatul Mufidah
50. Merangkul Pandemi - Feryan Christ Jonathan
51. Virus Yang Meraja - Diska Mauliya
52. Antara Hujan dan Corona - Muhammad Aufal Ghufron
53. Sajak Untu Corona - Muammar Qadhafi
54. Duka Corona - Ahsana Nadia
55. Kini Resah - Budi Santoso
56. Pasukan Sapu Jagat - Nurul Insan
57. Covid- 19 - Agnes Julianti Halim
58. Nano Sang Pembunuh Berantai - Shangrilla Putri Aisyah
59. Pandemi - Nadia Amalia
60. Sebab Corona - a_mfaqot
61. Kembalinya Tha'un Rupa Berbeda - Phidirain
62. Merajalela di Buana - Fadil Azeta
63. Duka Semesta - Prisilia Hadi
64. Corona - Suzea ElBatawie
65. Menunggu Jawaban Masa - Ririyanti
66. Teruntuk Kalian - Noppy Syafitri Yanti Z
67. Goodbye Corona - Atiyatul Mawaddah
68. Ungkapan Rasa Corona - Rini Diastuti
69. Aku dan Rebahan - Joharatil
70. Pulang - Andra Akbar Wicaksono
71. Empaslah - Novita Ayu Lathifah
72. Surat dari Corona - Gina Rodatul Jannah
73. Pita Hitam untuk Nuria Kurniasih - Yusmi Oktaria
74. Lekaslah Berlalu - Muhammad Saukani
75. Kerikil kecil - Ridho Demeswa
76. Ayahku Tak Pernah Patuh - Fitri Ayu Said
77. Bukti Sang Pencipta - Dinda Elika
78. Komplikasi Covid- 19 - Muhammad Zikri Ramadhan
79. Terima Kasih Covid-19 - Dennis DP



Setelah itu kami seleksi lagi 10 nominasi pemenang yang terdiri dari

1. Pita Hitam untuk Nuria Kurniasih - Yusmi Oktaria
2. Pasukan Sapu Jagat - Nurul Insan
3. Empaslah - Novita Ayu Lathifah
4. Merangkul Pandemi - Feryan Christ Jonathan
5. Pesan Untuk Dunia Lewat Corona - Adibah Bachmid
6. Teror Corona - Firman Fadillah
7. Beringasnya Sekarat - Satria Eka Saputra
8. Pesona Corona - Khrisko Suprastiwara
9. Virus itu Bernama Corona - Choirul Anwar
10. Ada Apa Hari ini? - Laksmi Purwandita


 *Dan dengan bangga kami memilih tiga Pemenang sayembara puisi tema Virus Corona Event Cipta Puisi @SuciGallery yaitu*

1. Pesan Untuk Dunia Lewat Corona - Adibah Bachmid
@adibah905

2. Pesona Corona - Khrisko Suprastiwara
@prastiwara

3. Teror Corona - Firman Fadillah
@firmanfadilah_00


Selamat untuk smua kontributor yang sudah meluangkan waktu dan idenya smg Tuhan YME membalas segala pengorbanan dan ketulusan kalian.

Yang belum lolos tetap semangat berkarya ya😍

Tangerang, 16 Mei 2020

Penggagas

Suci Handayani
@suciphotos

Selasa, 10 Maret 2020

Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Event Cipta Puisi @sucigallery


Event Cipta Puisi @sucigallery

Tema

Virus Corona (Covid-19)

Syarat:

Karya sendiri
Tidak menyinggung SARA dan unsur pornografi
Belum pernah dipublish dan diikutkan lomba
Upload pamflet ini dan tag 5 teman sastramu

Reward 

Juara 1: 350.000
Juara 2: 150.000
Juara 3: 100.000

Ketentuan
Naskah diupload di feed dan story instagram
Disarankan memakai foto hasil jepretan sendiri dan foto tidak mengandung pornografi
Puisi mencantumkan Judul, Nama penulis, isi Puisi dan titik mangsa
Hanya mengupload 1 puisi
Wajib menggunakan tagar #SahabatPuisiSuciPhotos #PuisiTemaVirusCorona


Deadline: 15 April 2020

Senin, 23 Desember 2019

Nama Peserta Lomba Puisi TEMA NABI MUHAMMAD TERPILIH



Bismillahirrahmaanirrohiim
alhamdulillaah berikut kontributor terpilih  Lomba Cipta Puisi tema Nabi Muhammad SAW yang memenuhi syarat.


UPDATE 15 JANUARI 2019
Nama Peserta Lomba Puisi TERPILIH
Selamat pada para peserta yang syairnya terpilih. Untuk yang belum lolos jangan berkecil hati terus belajar dan tetap semangattt. terima kasih


1. Hamba Amatiran Merindu Hamba Mulia,
Suryani Saputri
2. Manusia Sempurna,
Muhsinin
3. Sebodoh itu kah Aku?,
Putri Kurniawati
4. Mengalir lagi,
Iska Nur Safitri
5. Cahaya di atas Cahaya,
Nurrohmah
6. Kekasihku,
Syaiful Bahri

7. RAJA CINTA,
Husnawati Zahrah
8. Rasulullah Sang Panutan Alam,
Mariam
9. Kekasihku,
Nayna Nurul
10. Semangkuk Doa Rasulullah,
Yandi Khidir
11. Surat Rindu Untuk MuhammadKu,
Tasi' Nugroho
12. Muhammad Sang Revolusioner,
Imron
13.
Kelahiranmu Cahaya Peradaban,
Muhammad Andi Prabowo
14. MUHAMMAD SANG RASUL,
Faradilah Tri Anjani
15. Al-Amin,
Sherly Rafena Maharani

16. Kagum dan Rinduku pada Muhammad,
Isma Aripah
17. Shalawat Nabi,
Anisa Yuliana
18. YA RASULULLAH,
Muhammad Rizki Saputra

19. Syair Untuk Sang Kekasih,
Miftahul Janah
20. Terima Kasih Wahai Muhammad,
Wandi Saputra

21. Nabi pujaanku,
Khairun Nisa
22. Rasulku,
 Ayu Lestari
23. UMATKU... UMATKU,
Umi Khamdanah
24. Karena Rasul Muhammad,
Sarah Mazuin

25. RASULULLAH SUMBER CAHAYA,
Lia Khasanatul
26. Rintihan Rinduku,
Nurhidayati
27. Cahaya Kebenaran,
M. Erlangga Nasution
28. TELAGA PENGHILANG DAHAGA,
Anisya Fitrah Amalia
29. Kisah Singkatmu,
Ahmad N Yusuf
30. Hari Itu,
Kelvin Susanto
31. LELAKI PILIHAN,
SARI SEKAR ARUM SUKMA
32. NABI MULIA,
Rizki Nurdiana
33. Kisah Cinta Luar Biasa,
Elfa Fifi Rahmawati
34. Menunggu Syafaat,
Darmayani
35. MUHAMMADKU SANG CAHAYA,
Wati Herningsih
36. Mimpiku,
Dewi Kamal
37. Untuk Kekasih Allah, Muhammad,
Rohana
38. CERMIN INSANI,
Abdul Mukti
39. Dari yang Mencintaimu,
Asya Nurina Listy
40. RINDU RASULULLAH, KEKASIH ALLAH,
Aprilia fajar riyanti
41. Nabiku,
Faris Izzuddin Daffa
42. ANTREAN KE-2.500.000,
Uswatun Khasanah
43. RASULULLAH SANG PENERANG,
 Muhammad Fadhil Ikhsan
44. Kasih yang Tertambat,
Shofiyah
45. Syafaat Untuk Yang Iman,
 Alivia Esha Rizky
46. Kenangan Bukit Uhud,
 Ayu Nur Islami
47. Panutanku,
Selvina Dwi Alyani
48. Penyempurna Akhlak,
Dhurriyatul Ma'sumah
49. Rahmat Semesta,
Romario Seger Aji
50. Muhammad Sang Pembawa Kebahagiaan,
Alan Sahara

51. Manusia Utama Itu Bernama Muhammad,
Nuke Puspita Sari
52. Rasulullah Kekasihku
Ayu Hardini
53. Wahai Nabiku
Nur Rochma Ramadhani
54. PERMATA DI PADANG PASIR SAUDI,
AGUNG RAMADHAN
55. PADUKA YANG BERJASA
Muhammad, Alwi Khoirozzad
56. Muhammadku Rembulanku,
Sefhia Oktaviani
57. Assalamualaika Ya Rasul,
 Mauidhotul Husniyah
58. NABI MUHAMMAD SAW,
Didi Tri Utomo
59. Rindu Rasulullah, Elin Herlina
60. Pancingan Sholawat, Wisang Ayu
61. 33: 21,
Andreas Agil Munarwidya
62. Manusia Tiada Dosa,
Nurmajidah
63. Sebuah Asa ‘tuk Menjadi Kekasihmu,
Hana Rokhichatul Janah
64. Bagindaku nabi Muhammad saw,
Vivien Pandu Wicara Putri
65. SURI TAULADAN DARI SANG PENERANG,
 Mh Aslam Achyari
66. Pantaskah?,
Nisa Rahmatillah
67.KUPERCAYA KAU MEMANG BEGITU,
 Yasmiin Mahmuudah
68. PELITA QADIM,
ANDHIKA JANUARDYH
69. Nabiku Panutanku,
Gilang Nur Hakim
70.Al-Amin,
Rizky Crismawati
71. Sajak Mahabbah untuk Rasulullah,
Meta Ratih

72. Lentera Kehidupan,
Sonia Dila Puspita
73. Jejak Ajaran Nabi Muhammad SAW,
Rosa Susanti
74. Yang Dicintai Hati,
 Syahril Sabirin
75. Puisi Untuk Sang Kekasih,
Farhan Dzulfikri Firdaus
76.Manusia Sempurna,
 Efi Yatun Hasanah
77. Wahai Rasulku,
Puteri Kinasih
78. Untukmu, yang Berusaha Ku Cintai,
AivAtko31
79. Muhammad SAW Nabiku,
Novi Puspita Dewi
80. Wahai Kekasihku,
Jenny Maulidiana

81. Nabi Muhammad Saw Uswatun Hasanah,
Sandika Wandara
82. Panutan Setiaku,
Vadhia Sukma K
83. Ratapan Kekasihku,
Ria Auliya Utomo
84. SAJAK RINDU UNTUK RASULULLAH,
Nadia Wardah Mumtazah
85. KESAKSIAN SEBUAH GUA DAN LELAKI BERSELIMUT,     
Nurul Insan             
86. Sepenggal Kisah,
Zainal arif
87. Pangeranku,
Titi Prihartati
88.SURI TAULADAN KITA,
 Aidha Zalidar mirza
89.LENTERA DUNIA,
  Anita Lestari
90. Sang kekasih Allah,
 Gita Ayu Nengsih
91. SANG BINTANG KEHIDUPAN,
Ayu Kinasih

92. Pangeran Surga,
Alfina Wijiarti
93. MUHAMMAD IBNI ABDILLAH,
Akhmad Asy’ari
94. BAGINDA,
Ria Santika
95. Rinduku Padamu,
NOVI HANDRA
96. Itulah Engkau Inilah Aku,
Nurul Izmi
97. PANUTAN KU,
Alda Mutiara Putri
98.
12 Rabiul Awal,
Rona Wirda Triani
99. MUHAMMAD,

DEVYANA EKASARI SUNARTO
100. Cermin Sempurna,
Ali Yazid Hamdani
101. Muhammad Panutanku,
Tiara Fisca Marliany
102. Catatan Hati,
Azizah
103. Cahaya dalam Kegelapan
Bahtiyar Rifai
104. Tentang Setia (pada Rasulullah),
Rauda Tuljannah
105. Semua Tentang Nabi Muhammad,
Sindi Maulita
106. Binaragawan Mulia,
Kurnia Sandi
107. Lentera Jiwa Kalbu,
 Rohmatul Arifah
108. RINDU SANG NABI,
Tri ermawati
109. Ummatii,
 Aniyatul Ain
110. Kemuliaan Sejagad Raya,
Lina Triwahyuni
111. RINDU SANG BAGINDA RASUL,
ILA NURSA'ADAH
112. Sebuah Perjalanan,
Ridha Imania
113. Pancaran Binar Purnama,
Dewi Novitasari
114. Nabi Muhammad Sang Bahadur,
Jefri Pernando

115. Teruntuk Kekasih Allah,
Inka Ramadhani
116. CAHAYA HATI,
 Umi Isnaini Sutisnawati
117. 12 Rabi’ul Awal-Gebyar Bersemi,
 Ardine Lituhayu Nur Rahma
118.
Kisah Muhammad Nabi Tercinta,
 Siis Karisma
119. Muhammad Ya Rasulullah,
Febri Yulianti
120. Tertatih Tanpa Letih,
Neila Amanda
121. Baik Tanpa Tapi,
WPS Office
122.
Ya Rasulullah,
Anna Ma'rufa

123. Muhammad Kekasihku,
Anisa Suci Ramadhani
124. SANG PEDOMAN,
M. Isranto Datu
125. RINDU JEJAK MUHAMMAD,
Nur Alifah
126.Tangis Sang Perindu,
ELFINA NAIBAHO
127. PANGERAN ISLAM,
Viola Tantri Kirana
128. Mencari Muhammad di Tubuh Umat Akhir Zaman,
Dadang Surya Atmaja
129. Ya Rasulullah,
Syifa syafitri
130. Mahalul Qiyam
Slamet Zakaria

ALHAMDULILLAH
UNTUK YANG KARYANYA INGIN DIBUKUKAN HARAP IKUT PO BUKU YA

Rabu, 04 September 2019

BELAJAR BAHASA INGGRIS SAMBIL MENYANYI

Assalaamualaikum generasi millenial
.... semoga selalu SEHAT dan MURAH REZEKI 🤲aamiiin
Izinkan kami yg faqir ilmu ini BERKONTRIBUSI di dunia LITERASI...😊
🆕PERKENALKAN🆕
Buku *BELAJAR BAHASA INGGRIS 🇬🇧 SAMBIL MENYANYI dan MEWARNAI*📝
🧕🏼Penulis: *Suci Handayani, S. Pd*
👨🏼‍🎨Ilustrator : *Ibenk*

Ini dia📘BUKU ASYIK cara baru belajar BAHASA INGGRIS 🇬🇧 di era MILENIAL. Buku ini dikemas dengan ILUSTRASI yang APIK dan MENARIK disertai VIDEO🎞 lagu 🎹yg bisa dipahami secara CEPAT🏃🏿 dan MUDAH👍. 🎞 Video dapat didownload 🤳🏼dengan cara MEMINDAI/SCAN QR code yg tertera di SAMPUL depan buku in sya Allah  terhubung dg YOUTUBE. 🤲Dengan hadirnya buku ini diharapkan PEMBACA bisa MENGINGAT ungkapan sederhana BAHASA INGGRIS 🇬🇧 dalam waktu yang CEPAT semudah mengingat 📼LAGU-LAGU🎶 anak INDONESIA...🇮🇩aamiiin🤲😍 *Spesifikasi Buku*:
📏Ukuran: 17, 5 x 25 cm
📘Tebal : xvi, 182 hlm
📄 HVS 80 Gsm (lebih tebal biar GAK TEMBUS saat diwarnai) *Buku Ini Cocok Untuk*:
👨‍👩‍👧‍👦SIAPAPUN yang ingin belajar BAHASA INGGRIS🇬🇧
(Pelajar, Karyawan, Guru, IRT, dll) *Keunggulan Buku ini*: 🎯Metode KREATIF
🏝Didukung ilustrasi KEREN
✍🏼Ilustrasi BISA DIWARNAI
🎞Contoh video via YOUTUBE
🗣Contoh percakapan + TERJEMAH dalam BAHASA "GAUL" tapi SOPAN
📑Contoh UNGKAPAN SEDERHANA sehari-hari 💰Harga asli: 165.000
💰Harga PRE ORDER: 145.000 *(Batas ikut PO sd 10 Juli 2019)* Silahkan ORDER via WhatsApp ke 085945597686 🙏😍 *Tulis*
IN SYA ALLAH SAYA IKUT PO😁
Nama:
Alamat:
No Hp:
Jml buku:

Terima kasiiih... *Jazaakumullaah khairan katsiiraa*🙏😍


Yuk qt cek link yutub berikut..

https://youtu.be/X3GVt6nmoaY


Belajar menghafal ungkapan Bahasa Inggris via Lagu...
Metode Belajar Bahasa Inggris kekinian buat para millenial dan juga kolonial👍🏿


Apa kata mereka tentang buku ini?




 #ralat ya guys follow up bukan follow of








Alhamdulillaah atas testimoni para pembaca semoga buku ini memberi manfaat banyak.
Cek juga keseruan lembaga2 pendidikan yang udah mempraktekkan metode ini y guyss
https://youtu.be/3lEB56-Lp68

Selamat Belajar Bahasa Inggris Sambil Menyanyi...
Info Buku?
085945597686


Rabu, 05 April 2017

Sungguhkan Cintamu pada Allah

Sungguhkan Cintamu pada Allah

By Suci Handayani

Gara-gara sapaan seorang jin, tulisan ini muncul. "Belum tidur?" Itu dia bunyi sapaan jin itu, pastinya sapaan itu bukan tertuju padaku, tapi sengaja dilayangkan kepada muridku yang punya power itu.
Ia memang sudah tak asing lagi dengan mondar-mandir dan berkelebatannya makhluk halus di sekitarnya. Pernah ia melihat makhluk ghaib itu di tangga rumah tetangganya, di rumah saudaranya, di atap rumahnya, di tempat cuci piring, kadang malam-malam keluar sempat-sempatnya ia ditertawakan sama makhluk yang mendiami sebuah pohon di sekitaran rumahnya.

Namun keistimewaan yang dialami oleh muridku ini tak semata-mata didapatkan seperti ia membalikkan kedua telapak tangan. Ada mujahadah panjang yang ia lakukan, dzikir, puasa Senin-Kamis dalam setiap bulan rutin, puasa awal dan akhir bulan, puasa 3 hari di pertengahan bulan, tahajjud ketika keluarganya terlelap, beri'tikaf di rumahnya, dan masih banyak lagi ibadah lain yang ia jalankan secara konsisten. Tanpa ia sadari rentetan pengalaman ghaib pun tiba-tiba saja terjadi mewarnai hidupnya.

Dia menceritakan pengalaman saat ruhnya terbang ketika sedang bersujud, tiba-tiba ruhnya naik dan dia bisa melihat jasadnya yang sedang bersujud itu, lalu dirinya merasa ringan, dan tak ada beban, naik melambung, hingga dia melihat vista (pemandangan) yang ajaib, melihat pemandangan terra incognita, daerah wilayah tak dikenal yang belum pernah ia jelajahi sebelumnya, tanah kosong yang luas berupa rerumputan hijau yang setiap pori-pori atau celah tanahnya mengeluarkan gemericik air. Entahlah apakah itu yang dilabeli ilmu kasyf, ketika hijab terbuka dan mata batin bisa melihat kuasaNya yang tersembunyi ataukah itu ru'yah sidqah, mimpi yang benar yang diilhami Allah SWT kepada manusia yang dikehendaki Allah.

Nikmatnya saat ruh dibawa terbang hingga merasa kosong, karena jiwa pergi bersamaNya. Tak semua makhluk bisa merasakan hal demikian.
Itulah kuasa Allah terhadap para kekasih pilihanNya, Allah membuka mata batin hamba-hambaNya yang shalih dan hanif, sehingga insting nya pun menjadi tajam dan jeli dalam membaca dan mengalami hal-hal yang tak bisa dialami manusia pada umumnya.

Matanya memandang dengan cahaya Allah, keinginan pun terwujud dengan idzin Allah tanpa susah payah. Tak ada yang ditutup-tutupi, segala ketidaktahuanpun dikabarkan. Baik berupa mimpi atau lewat getar halus batinnya.

Suatu hari, saat ia merasa terpuruk, ia merasa benar-benar berbicara dengan arwah ibunya yang sudah meninggal, dan ibunya itu menghiburnya untuk sabar, dan bilang bahwa Allah menguji dirinya agar ia makin cinta sama Allah, karena ketika diuji dengan musibah manusia akan melakukan ibadah dengan greget. Perbanyak do'a, Nak! Tutur ibunya itu.

Tak cuma percakapan dan penglihatan ghaib saja yang ia alami, hal lain yang berbau materi pun kerap memenuhi kebutuhannya, mau apa saja, yang masih terbersit di hatipun langsung Allah hadirkan, bahkan donatur tetap dari kalangan jet set untuk membiayai  anaknya kuliah di UI pun ia dapatkan, dan dia bilang bahwa itupun Allah yang mendatangkan dan memperkenalkan kepadanya.

Aku pun berdecak kagum seraya bertasbih dalam hati mengagumi nikmat yang Allah berikan pada orang yang aku kenal ini. Terlebih aku mengapresiasi kekuatan ibadah yang slalu ia dawamkan, tanpa beban kuamati, tak ada stress yang serius dalam hidupnya. Aku bersyukur selalu dijejali nasihat-nasihat yang isinya tentang taqarrub kepada Allah. Semoga akupun bisa mencintai Allah dengan murni dan ikhlas. Aku benar-benar merasa kerdil. Lagi-lagi inferiority complex ini muncul lagi, merasa hina aku di hadapanNya.

Dia bertutur bahwa dia mencintai Allah sungguh-sungguh, benar-benar meletakkan Allah dalam hati, ketika sedih ia panggil Allah, ketika sendiri ia panggil Allah, bahkan ketika di keramaian hatinya pun tak berhenti memanggil dan menyebut Allah.
Tak mudah katanya untuk menjadi kekasih Allah, rangkaian ibadah pun harus selalu ia lakukan dengan istiqomah. Namun satu hal yang selalu ia ucapkan bahwa ia benar-benar menjadikan Allah kekasih. Bukan kekasih yang selalu dipuji dan dipuja ketika sholat saja, namun diam dan prilaku kita sehari-hari adalah pembuktian real dzikir kita kepadaNya, berprilakulah seperti dzikirnya semesta, mereka diam dan tunduk, namun bergerak aktif
dalam melaksanakan tugas sesuai kodratnya dan sesuai sunnatullah, walau mereka tak tampak seperti sedang berdzikir. Diamnya semesta adalah implementasi tasbih dan dzikir, sebagai bukti akan kepatuhannya kepada Allah SWT, sebagai makhluk yang sungguh-sungguh mencintaiNya.

Dari Ummu Salamah R.A, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila dikehendaki oleh Allah kebajikan pada seorang hamba, niscaya dijadikan-Nya orang itu memperoleh pelajaran dari hatinya.” (HR. Abu Manshur Ad-Dailamy).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah saw “Telah berfirman Allah Subhanahu wa ta’ala, ‘Aku adalah sebagaimana prasangka hambaku kepadaku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingatku, dan jika hambaku mengingatku dalam sendirian, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku sendiri, dan jika dia mengingatku di dalam sebuah kelompok/jama’ah, (maka) Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok tersebut, dan jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika dia mendekat kepadaku sehasta, Aku mendekat kepadanya satu depa, dan jika dia mendatangiku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari, begitu juga oleh Imam Muslim, Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah.)

Wallahu a'lamu bish-showab.

@RumahIqraLaduny, 04 April 2017

Jumat, 03 Maret 2017

Rhapsody Anak Amplaz

Rhapsody Anak Amplaz
by Suci Handayani

Ini tentang kita
Saat kita bersama menggurat niat
Ingin menjadi santri yang kelak bermanfaat
Tergerak hati untuk tutup aurat
Karena kita selalu dikenalkan pada akhirat.

Ini bukan tentang dia
Tapi tentang kamu dan aku saat menimba ilmu
Mengenal ilmu bahasa, shorof, khath, dan nahwu.

Kita eja kata perkata di pelajaran imla
Kita reka makna di bidang insya
Kita kerahkan memory menghafal mahfuzhat
Lewati siang dan malam mengingat surat-surat.

Ini bukan tentang mereka
Ini kisah nyata kita
Kita pernah tinggal ratusan hari di sebuah lembaga
Tempat menggali ilmu umum dan agama.

Ini mungkin catatan usang 
Namun rhapsody ini kan terus kita kenang
Bak ikatan yang kuat dalam benang
Shilaturrahim kita tak terhalang jarak dan ruang.

Ini rhapsody anak amplaz
Bertutur pendek tentang nostalgia senja
Rhapsody ini sekadar alarm singkat
Agar kita tak melangit jika lengah
Namun tetap membumi pada asal kau sekolah
Dimana kau pernah meraih asa dan hidayah.

Ciledug, di saat musim dingin.

Buku Iqra Bertutur

Buku Iqra Bertutur

By Suci Handayani

Lisankan alif berfatah, ba berfatah, ta berfatah dengan pasti
Tak semata kau membaca tulisan terkodifikasi
Karena kau sedang lewati titian mendaras berseni
Untuk mengaji ayat-ayat Allah yang mengandung definisi.

Kau eja a, ba, ta
Bukan sekadar kau membaca saja berkutat
Ada sepuluh kebajikan tercatat
Ditiap huruf pahala pun tersirat
Pahala itu hal yang sangat berarti
diakhirat.

Jangan terluka jika mu'allim mengingatkan
Itu pertanda ia memahamkan
Agar kelak bacaanmu mengagumkan

Tak usah terburu ingin menamatkan
Membaca cepat hingga aturan kau abaikan
Dimata Nya niat dan proses diperhatikan
Tak hanya hasil yang kau tampakkan.

Belajarlah untuk bersabar
Teruslah belajar
Seperti kau mengeja ta a ta, ba a ta, dan ta ba ta penuh semangat di juz dasar
Sungguh ejaan sederhanamu itu pasti berkadar.

Kehidupan ini penuh pola
Jangan puas dengan satu cara
Terus dan teruslah mencoba.
Biarlah mereka mengira kau perlahan-lahan meraba
Mengeja huruf per huruf terbata-bata

Kuatkan tekad mulia
Bahwa kau berlatih untuk Allah Ta'ala
Sang Pemilik taman kesenangan nyata.

Allah sayang benar pada hambaNya  yang mendekat
Ini adalah cara sederhana untuk ta'at
Sungguh Dia Maha Pemurah dan Maha Hebat
Dia menjanjikan kemenangan dan syafaat
Bagi hamba yang membaca kalamNya tanpa syarat.
.
.
.
.
.
.

#RumahIqraLaduny, 03 Maret 2017

Teriring alfatihah buat penyusun iqra KH. As'ad Humam...